Cincin Kawin

H.A.S HANANDJOEDDIN

‘Ruang tunggu keberangkatan bandara H.A.S. Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung.’

Aku meng-update tweet akun twitterku, sebuah kebiasaan baruku setahun terakhir di saat sedang suntuk. Kutegakkan sandaranku ke kursi dan mengambil nafas dalam-dalam untuk mengurangi peluru-peluru kantuk yang masih menyerang mataku. Padahal sudah tiga kopiko lumer dalam mulutku. Ini yang ke empat, dan masih harap-harap cemas juga bisa mengusirnya.

“Nanti, apa yang harus aku lakukan? Kata-kata seperti apa yang akan kuucapkan, Ma?”

“Pertama kamu harus menarik nafas dalam lalu bilang: will you marry me? Sambil memperlihatkan cincin yang akan kamu berikan padanya.” Continue reading

Advertisements

Ketika Isteriku Cemburu

Aku bisa mengetahui matanya sedang berbicara tentang kegalauan hatinya melalui rasa yang ia transfer ke sudut mataku. Dia merasa tidak nyaman dengan perbincangan kami yang sangat seru. Perihalnya adalah tidak ada kawat yang bisa menyambungkan pikirannya dengan cerita-cerita yang ada di pikiran kami yang sejak lama terlupakan dan terungkit kembali di hari ini. Dia semakin melipat-lipat wajah sampai akhirnya dia mencubit lenganku. Sayangnya cubitan itu tidak mempan untuk melerai mulut yang semakin seru beradu cerita. Mulutku berhenti bersuara ketika lawan bicaraku tiba-tiba mengelap bibirku.

“Maaf, sebetulnya sedari tadi aku ingin bilang ada bekas cokelat di bibirmu.” Continue reading

Tips Cinta dari Hans

Bayu menderita penyakit yang paling cepat menular di dunia ini dan sangat berbahaya bagi kesehatan karena bisa menyebabkan kelaparan, insomnia dan lesu. Penyakit itu dinamakan jatuh cinta. Parahnya dia termasuk spesies Nycticebus coucang atau biasa disebut dengan kukang atau malu-malu. Tapi kali ini dia bertekad berganti spesies menjadi tikus kantoran (benar tak tahu malu kan?). Sudahlah jangan membicarakan mereka, space mereka cukup untuk hiasan di surat kabar saja. Continue reading

Di Sebuah Masjid

mosqueMusim berganti sudah tak sesuai jadwal lagi. Kemarin-kemarin, tepatnya seminggu yang lalu hujan deras, angin kencang, serangan halilintar dan angin puting beliung melanda Bogor. Bertolak belakang dengan sekarang, hari-hari bagai terpanggang api neraka campur maicih[1] level sepuluh. Bagaimana kalau kiamat nanti? Matahari hanya berjarak lima sentimeter saja. Bukan lagi hangus. Mungkin langsung menjadi abu.

Tak perlu terkejut lagi dengan memasang muka lebai sebetulnya. Dari jauh-jauh tahun memang sudah diramalkan akan ada badai matahari tahun ini. Jadi, sudah diperingatkan untuk berhemat air, bahkan menyetok air sebanyak mungkin. Kekeringan tahun ini sepertinya akan lama dan berlangsung pada waktu yang tidak menentu.

Kos-kosan kami ikut terkena dampak dari bencana ini. Sumur kami airnya sudah tak bisa disedot oleh mesin. Teman-teman kos banyak yang numpang mandi di kos teman yang masih memiliki cadangan air. Ada juga yang numpang mandi di mesjid dekat kosan. Semua itu dilakukan demi memuaskan hasrat malas nimba air. Tapi Alhamdulillah ada hikmahnya di balik bencana ini. Anak-anak kos akhirnya merasakan nikmatnya sholat di masjid. Continue reading

Penyelamat Lelaki Tua

lilisAku membaca tulisan yang terpampang di dinding belakang truk milik Bang Diman. Tulisan itu hampir setengahnya.

PENYELAMAT LELAKI TUA

Untuk memperkuat arti tulisan itu, terpampang juga gambar seorang perempuan seksi dengan buah dada yang besar, namun tertutup. Cukup menggoda. Mata sebelah kanannya mengedip padaku.

Bang Diman sedang duduk melepas lelahnya di warung kopi, sebelum melanjutkan perjalanan ke kota di pulau berikutnya. Aku menghampirinya. Continue reading

Ketika Matahari Masuk Kamarku Tanpa Izin: Aku Tak Punya Otak Lagi

afandi5Setelah semalam terjadi peperangan di depan kamar kostku, aku langsung terjatuh dan tak sadarkan diri di kasur. Kemudian aku berkelana keliling dunia. Bahkan seperti kembali ke masa lalu. Aku melihat berbagai adegan yang pemerannya adalah aku bersama beberapa aktor lainnya yang aku kenal baik itu dalam kehidupan nyata maupun dunia maya dan imajinasiku. Pada waktu adegan sedang seru-serunya:  aku dicubit-cubit gemas oleh Agnes Monica, Matahari masuk jendela kamarku. Ia mencolek pantatku. Panas. Aku mendapati diriku tergeletak dengan posisi yang sama persis dengan posisi terjatuhku semalam, seingatku. Tertelungkup. Kasurku basah dengan iler. Juga pipi kananku yang menjadi bau karenanya.

“Hai, Matahari. Kenapa kau bertamu jam segini?” Tanyaku sedikit marah karena badanku masih terasa remuk. Apa aku semalam tonjok-tonjokan dengan pacarku? Ah, aku tak ingat. Seingatku kami saling menodongkan pistol. Continue reading

Mencari Rumah Kontrakan

b-620024Kuparkir sepeda motorku begitu saja di sebelah rumah tembok bercat hijau mentereng. Lalu, mengikuti ke mana wanita tua itu masuk. Rumahnya, mungkin.

“Maaf ya, Mas. Rumahnya berantakan. Ini, anak-anak tetangga memang sering main ke sini. Jadinya, rumah saya selalu rame.”

“Eh, Nggak apa-apa kok, Bu.”

Jess…Tuing. Tuing! Tiba-tiba, angin kecil melintas di depan wajahku. Angin kecil itu seolah-olah memberitahukan sesuatu yang harus kulihat. Ya, aku diperintahkan untuk melihat bukti bahwa Tuhan itu Maha Indah dengan menciptakan makhluk super indah.

Jantungku berdetak kencang. Aku bakal lupa dengan tujuanku ke sini kalau wanita tua itu tidak segera membuka pembicaraan kembali. Continue reading