Gombal Itu Haram

Betulkah gombal itu haram? Mungkin bagi cowok-cowok, itu sah-sah saja karena dengan senjata apa lagi selain itu? Sebetulnya, gombal merupakan suatu alat yang tidak berwujud namun bisa di dengar dan rasakan untuk menodongkan sesuatu agar bisa mendapatkan sesuatu. Contoh: Menodongkan kata-kata indah untuk mendapatkan perhatian. Namun, terkadang memang sering terjadi penyalahgunaan gombalan ini. Gombal yang baik adalah gombal yang digunakan untuk mencairkan suasana, bukan untuk menjadi seorang play boy (pemain hati). Mungkin itulah yang menyebabkan gombal ini menjadi haram bagi beberapa wanita karena gombal adalah bohong dan bohong itu dosa serta dosa itu haram. Maka, gombal adalah haram. Continue reading

Soundtrack Hidup

Metamorphic-Dilatation-Painting-by-Cherie-Roe-DirksenHai, sekarang, pas lagi nulis post ini, gue lagi makan kacang, cemilan lebaran. Kali ini gue pengen ngepost soal musik.

Ada beberapa lagu yang sering gue putar berulang-ulang dalam beberapa mozaik kehidupan gue. Saking seringnya dulu, akhirnya lagu-lagu tersebut gue nobatkan menjadi sountrack kehidupan gue. Mungkin ada beberapa lagu yang gak terlalu kalian kenal tapi sangat akrab di telinga gue. Setiap lagu mengingatkan beberapa bagian dalam perjalanan hidup gue. Beberapa memang bukan perjalanan penting, tapi sangat melekat dalam ingatan. Lagu-lagu tersebut adalah….

1. Bayang Masa Lalu-dr.pm

Lagu ini mengingatkan gue waktu SMA saat kunjungan sekolah ke SMA di Timur Pulau Belitung. Ini bukan bagian penting dalam mozaik kehiduan gue sih. Tapi ada satu yang bisa gue catet, bahwa kunjungan tersebut merupakan salah satu masa gue pengen aktualisasi diri mencari pacar. Tapi sayangnya waktu itu gue culun abis. Jadi aktualisasi gue, gue anggap murahan. Continue reading

Terdampar di Suatu Tempat, Hening

Menanti Inspirasi

Tak terasa waktu begitu cepat menggerogotiku. Padahal baru kemarin aku merasakan ketakutan ketika menumpangi sepeda motor Mas Mul. Sebuah sambutan yang meriah: klason mobil yang bersahutan dan udara panas berdebu Jakarta.

Jakarta yang nyata, bukan Jakarta dalam foto kenangan masa kecil. Ya, waktu itu bukanlah pertama kalinya. Jauh sebelum itu, dua kali sudah kutempuh kota metropolitan ini, meski hanya lewat. Untuk yang ketiga, aku hampir saja dibelesakkan untuk bertarung di sana (Jakarta). Untunglah, kesempatan itu tak menghampiriku. Aku diperkenankan untuk ‘hanya lewat saja’ hingga akhirnya aku terdampar di sini, Bogor, sebuah kursi yang kududuki sekarang dengan kegalauan mencari inspirasi untuk mengetik satu kata dalam lembaran skripsi.

Hening…

Saya sebagaimana Saya Berada di Sebuah Gang yang Ternyata tidak Buntu

Rino Aribowo nama saya, kelahiran Tanjungpandan (Belitung) pada 27 Juli 1986 yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Saya terlahir dari pasangan yang berbeda suku, ayah berdarah Jawa dan ibu berdarah Sumatera. Entah apa artinya ini, tapi saya ingin menggambarkan bahwa saya memiliki dua sifat yang saling bertolak belakang seperti buruk dan baik: keras dan sabar. Saya memiliki kemauan keras untuk mencapai sebuah tujuan dan sabar menjalaninya hingga tujuan tersebut tercapai. Continue reading

Turki?

Baru saja, aku disapa teman lamaku lewat gmail. Sebetulnya tak malam ini saja. Malam-malam (bagi dia siang hari) sebelumnya juga kami sering ngobrol ringan. Apa saja yang enak diobrolkan. Tapi aku lebih sering bertanya (dan itu berkali-kali setiap kami ngobrol), di sana siang atau malam? Dia di Jerman. Memang tak terbayangkan sebelumnya aku punya teman yang bisa seolah di luar negeri. Biasa. Memang. Yang tak biasa adalah kebanggaan. Aku bisa mebayangkan kebanggaannya.

Itulah nasib. Masing-masing berbeda meskipun kau berasal dari lingkungan yang sama hingga suatu waktu. Tapi akhirnya terarah pada jalan yang berbeda. Dia sedang menyelesaikan S3 dan aku masih berkutat dengan nama penyelesaian S1. Aku masih ingat masa-masa remaja itu. Pertengkaran sering meletus, dan kami tak pernah akur. Setelah dewasa, itu menjadi cerita yang lucu.  Continue reading

Mabok Business Plan

Lagi Pusing

Anak: “Maaaak mabok nih ngerjain Proposal Bisnis. Deadline Kamis jam 9. Satu biji pun belum kelar. Mana besok mau ke Bekasi buat wawancara satu pengusaha lagi. Bakal pulang sore. Malemnya begadang lagi. Acara nonton sama cewek cakep jadi batal Mak.”

Emak: “Udah kerjain aja. Tar juga kelar.”

Anak: “O gitu ya Mak?”

Emak: “Kata Om Mario Teguh sih gitu. Tar juga berguna buat kamu kok.”
Anak: “Ooo…”

Emak: “Hikmahnya baru keliatan besok. Insya Allah.”

Anak: “Oke deh, Mak. Tapi mending nonton film India deh Mak. Daripada pusing ngerjain beginian.”
Emak: “Gubrak!!! Ya udah ajak Emak nonton.”
Anak: “Tapi gak pake acara tangis-tangisan ya Mak.”
Emak: “Oke deh. (Nyiapn tisu).”
Anak: “Mak! Kenapa nyiapin tisu?”
Emak: “Kali aja air matanya keluar lewat hidung. Kan bukan nangis namanya. Tapi pilek hahaha…”
Anak: “Oo gitu ya Mak (manggut-manggut). Tapi kayaknya kita dengerin lagu Mbah Dukun-Alam aja ya Mak.”