Ngedot Cangkir

Cantik, terima kasih atas teh setengah bara yang menggoda hasrat

Aku jadi tercenung soal kiri kanan banyak pohon cemara minus daging bernyawa di masa hatiku hampir menjadi fosil

Waktu itu tanpa kau, senyap: entahlah, bahkan tak sehantupun setan ada di keberadaanku

STOP!

Ah, sudahlah, zaman artefak tak perlu dimuntahkan

Mari kita mengedot cangkir ini hingga lenyap

Advertisements

Besok Aku Ingin Memutar Jam Lagi

article-2171228-13FD3E82000005DC-571_634x335Sedari tadi aku memutar jam dinding kamar berlawanan arah majunya sebanyak 432 putaran berharap tiba-tiba aku ada pada adegan ketika kau berangkat terlebih dahulu sebelum aku: menuju bandara

Kemarin aku telah mencoba memutar jam dinding itu ke arah yang sama dengan yang kulakukan saat ini, tapi aku masih saja berada di kamar pengap ini

Malam ini hasilnya sama dengan kemarin dan entah kenapa kemarin aku bisa terpikir melakukan hal bodoh ini.

Karena kamulah wahai kamu. Kamu bilang bahwa kenapa aku tidak mengatakan sebuah kata indah yang sakral itu sebelum kamu naik taksi menuju sana. Continue reading

Apa Mau Dikata

25-landscape painting by madartapa mau dikata. matahari sudah tenggelam. langit sudah hitam. perasaan kelam. kau masih duduk dengan pitam yang tak ada guna sama sekali kau hantam. kau sudah mencoba mengali cinta di pinggir kali agar terlihat seperti cinta terlipat sejuta kali. ternyata malah seperti sisa nasi yang tak habis tadi pagi. semut datang sebelum belatung menari.

apa mau dikata. malam ini hujan turun menghabiskan pekan-pekan yang biru. kau mendongak mencari awan yang tak kau lihat sebagai awan siang harimu yang biasa. kini kau nilai sebagai penodamu. padahal kamu. yang ungu. yang rungu. yang temu menganggap semu. katak datang sebelum ular menghajar.

Lewat Baris Kata

-river-stones-painting-stones-1-beverly-livingstoneLewat baris kata, kuselipkan namamu

Di situ beratus-ratus rindu berkelana mengiringi nafas-nafas yang berserakan

Segalanya aku ingin tahu, pukul berapa bidadari mengetuk pintu

Bahwasanya hujan sore tadi, aku belum menemukan air tergenang

Mungkin sudah disedot gajah

Melalui baris kata, cinta menyelinap sendiri

Aroma mawar yang kau cium pada halaman rumahmu, adalah tubuhku yang tadi hendak kau kesampingkan di pelupuk mata jangkrik samping rumah, di bawah pohon Filicium Continue reading

Absurd

imagesePuisi ini sebetulnya tanpa sadar diciptakan oleh penulisnya, teman kecil saya yang sedang kuliah di Jerman. Waktu itu saya sedang chat. Kalau tidak salah, lagi ngomongin soal cinta cintaan. Dia asal nulis aja. Tapi saya menyimak. Lalu saya susun menjadi sebuah puisi. Begini tulisannya…Saya bikin aja judulnya ABSURD.

Cintaku absurd

Seabsurd salju bulan Desember

Sepi…

Sesepi pagi musim semi

Nah! Continue reading

Ketika Saya Kembali Duduk

gdfKetika saya kembali duduk di depan komputer (Jumat, 28 Des 2012,17:20), ada satu notification di akun facebook saya. Ternyata, dari teman terbaik sepanjang masa saya yang mengetag saya sebuah puisi yang saya minta buat menambahkan puisi dalam proyekan yang sedang saya buat hingga tertanggal 31 Desember 2012 ini. Begini puisinya…Sungguh membuat saya iri dan ingin segera membaca puisi ini untuk istri saya (berandai-andai).

yogyakarta,28-12-2012
“sendawa cinta” oleh Hasbullah Akbar

haruskah aku berpura untuk membelah dada ku?
haruskah aku berpura untuk menggantung leherku?
haruskah aku berpura untuk menenggak racun serangga?
sekedar meyakinkan mu tentang besarnya cinta. Continue reading