Cincin Kawin

H.A.S HANANDJOEDDIN

‘Ruang tunggu keberangkatan bandara H.A.S. Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung.’

Aku meng-update tweet akun twitterku, sebuah kebiasaan baruku setahun terakhir di saat sedang suntuk. Kutegakkan sandaranku ke kursi dan mengambil nafas dalam-dalam untuk mengurangi peluru-peluru kantuk yang masih menyerang mataku. Padahal sudah tiga kopiko lumer dalam mulutku. Ini yang ke empat, dan masih harap-harap cemas juga bisa mengusirnya.

“Nanti, apa yang harus aku lakukan? Kata-kata seperti apa yang akan kuucapkan, Ma?”

“Pertama kamu harus menarik nafas dalam lalu bilang: will you marry me? Sambil memperlihatkan cincin yang akan kamu berikan padanya.” Continue reading