Ketika Saya Kembali Duduk

gdfKetika saya kembali duduk di depan komputer (Jumat, 28 Des 2012,17:20), ada satu notification di akun facebook saya. Ternyata, dari teman terbaik sepanjang masa saya yang mengetag saya sebuah puisi yang saya minta buat menambahkan puisi dalam proyekan yang sedang saya buat hingga tertanggal 31 Desember 2012 ini. Begini puisinya…Sungguh membuat saya iri dan ingin segera membaca puisi ini untuk istri saya (berandai-andai).

yogyakarta,28-12-2012
“sendawa cinta” oleh Hasbullah Akbar

haruskah aku berpura untuk membelah dada ku?
haruskah aku berpura untuk menggantung leherku?
haruskah aku berpura untuk menenggak racun serangga?
sekedar meyakinkan mu tentang besarnya cinta.

ho ho ho,,
sungguh para penjilat cinta bermega disana,
para munafik cinta sedang bersendawa,
setelah melahap ranum madu cinta.

ho ho ho,,
aku tak biasa untuk bermanis lidah,
aku tak suka untuk menebar gomal,
aku tak kuasa merangkai romantika,
sebab aku hanya penyinta sederhana.

aha!
ku tengok muda mudi bercengkrama,
ciptakan dunia indah berdua,
tak perduli kau kaya atau duafa,
semua telah larut dalam kata cinta.

oh, ya!
entah nyata atau semu belaka,
tapi semua terlihat bahagia,
tak ada galau di matanya,
tak ada duka di bibirnya,
semua sedang bercinta.

alah! apa aku iri saja?
terserang radang rindu,
terjangkit infeksi kangen akut,
sehingga berhalusinasi dan tertawa sendiri. ha ha ha

tak usah aku membelah dada,
tak usah aku menenggak racun serangga,
tak usah aku gantung diri di pohon semangka,
yang sudah nyata aku cinta dan kau pun tau rasanya,
Duhai terkasih istriku disana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s