Terdampar di Suatu Tempat, Hening

Menanti Inspirasi

Tak terasa waktu begitu cepat menggerogotiku. Padahal baru kemarin aku merasakan ketakutan ketika menumpangi sepeda motor Mas Mul. Sebuah sambutan yang meriah: klason mobil yang bersahutan dan udara panas berdebu Jakarta.

Jakarta yang nyata, bukan Jakarta dalam foto kenangan masa kecil. Ya, waktu itu bukanlah pertama kalinya. Jauh sebelum itu, dua kali sudah kutempuh kota metropolitan ini, meski hanya lewat. Untuk yang ketiga, aku hampir saja dibelesakkan untuk bertarung di sana (Jakarta). Untunglah, kesempatan itu tak menghampiriku. Aku diperkenankan untuk ‘hanya lewat saja’ hingga akhirnya aku terdampar di sini, Bogor, sebuah kursi yang kududuki sekarang dengan kegalauan mencari inspirasi untuk mengetik satu kata dalam lembaran skripsi.

Hening…

Advertisements

2 thoughts on “Terdampar di Suatu Tempat, Hening

  1. terus gua mesti manjet pohon sambil bilang PUCUK PUCUK gitu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s