Lamunan di Bilik Termenung

Kali ini selang waktu yang sebentar. Di ruang lembab penuh uap air beragam aroma dan lamunan tersendiri.

Kukuras keringat lalu kuperas setiap detail dagingku untuk mengeluarkan peluh.

Tatkala otot berkontraksi, ‘dia’ berusaha menerobos ke udara bebas.

Dan menguap bersama udara di sekitar. Badanku panas dalam ruangan dingin, karena detak jantungku semakin kencang mengiramakan nafasku yang terkadang cepat dan terkadang lambat.

Aku gembira saat kutahu, sesuatu keluar dari badanku.

Yang selalu mengganjal menyakitkanku sampai aku meringis menahan goncangan yang begitu berat.

Sangat menyakitkan!

Pilu!

Aku sangat senang bukan kepalang ketika otakku benar-benar segar tanpa beban saat:

Perutku telah kosong dari ‘nya’

note: ceritanya nih lagi boker

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s