Jangan Gila Kau John!

article-2110957-120C1726000005DC-233_470x564Pada beberapa percakapan yang kudengar tak sengaja:

“Apa kau yakin akan menjalani ini semua?”

“Kau yang masih belum yakin!”

“Aku yakin!”

“Kenapa kau masih bertanya-tanya tentang keyakinanku?”

“Karena aku takut kau akan menderita karena ini.”

“Apa malah kau yang takut menderita?”

“Kau selalu saja membolak-balikkan kata-kataku.”

“Itu karena aku ingin menjaga keyakinanmu.”

“Sudahlah jangan lagi kita bahas. Yang terpenting saat ini kau masih di sampingku. Belum tentu besok kita akan bertemu seperti ini. Ayolah sayang. Tunjuk-kan nyalimu.”

“Baiklah kalau kamu memaksa. Jangan salahkan aku kalau kau akan selalu merindukan malam ini.”

*

PLAK!

“Kenapa menamparku?”

“Karena kau telah membuat aku jatuh cinta padamu.”

“Lalu apa aku salah?”

“Salah! Kenapa baru sekarang kau menemukanku? Seharusnya dua tahun yang lalu! Sebelum kau menikah.”

“Apa kau percaya dengan takdir?”

“Kalau aku tidak percaya, aku tidak akan mati-matian menemuimu saat ini.”

“Tapi entah kenapa aku malah takut kau dan aku salah menafsirkannya.”

“Percayalah kalau ini benar.”

“Tahukah kamu kalau kebenaran yang dipercaya oleh sebagian kecil sering dianggap bukan kebenaran?”

“Percayalah pada hati kecilmu.”

“Bagaimana kalau hati kecil itu justru menjebakku?”

“Tidak ada istilah jebakan dalam dunia penuh cinta ini, sayang. Ayo sudah siapkah kau bergentayangan malam ini?”

“…”

*

“Kau terlambat!”

“Maafkan aku sayang. Jalanan macet.”

“Bohong.”

“Untukmu aku tak bisa bohong, sayang.”

*

“Maaf sayang. Aku harus mencari alasan yang tepat pada bos besar.”

“Ah, bosmu itu. Kenapa tidak kau bunuh saja?”

“Mana bisa aku membunuhnya. Malah aku yang dibunuhnya nanti.”

“Kalau begitu cari cara.”

“Sabarlah sayang. Suatu saat nanti kebahagiaan itu pasti datang. Dan kita tak perlu sembunyi-sembunyi seperti ini.”

“Kadang aku tak yakin aka nada suatu saat yang kau maksud.”

“Sudahlah, ayo kita nikmati malam ini.”

*

“Kenapa kamu diam? Benar kan yang aku bilang?”

“Bilang apa?”

“Kau berbohong.”

“Bohong apa?”

“Puisi cinta dalam surat yang ada di kantong celanamu.”

“Bohong itu bukan untukmu, sayang.”

“Aku tidak mengerti.”

“Begini…”

“Iya aku mengerti kok.”

*

“Aku tak bisa lama-lama. Aku harus pergi. Dia sudah mencium ada yang tak beres denganku.”

“Bunuh saja dia. Demi aku.”

“Sudah aku bilang tak bisa, sayang.”

“Kalau begitu kita berdua saja yang mati. Kita mati bersama.”

“Jangan gila, sayang. Ini cuma masalah sepele saja. Aku bisa atasi.”

*

“Ikut aku.”

“Ke mana?”

“Di sana ada jembatan.”

“Maksud kamu? Gila kamu ya!”

“Cinta yang membuat kita gila.”

“Kita?”

“Baiklah. Aku sudah gila! Puas kamu? Hah?!”

“Bu…Bukan begitu maksudku.”

“Sudahlah… kalau kau tidak mau ikut, biar aku sendiri saja.”

“Jangan bodoh!”

“Aku memang bodoh! Aku sudah tidak tahan menjalani ini. Akhir-akhir ini kau jarang menemuiku. Sekali, kupikir wajar. Ini sudah yang ketiga kalinya.”

“Tapi aku benar-benar tidak bisa menemuimu. Dia sudah curiga dengan kita.”

“Kalau begitu terus terang saja padanya.”

“Mari kita pikirkan bersama-sama. Jangan begini.”

“Tidak ada jalan lain selain ini.”

“Ada! Kalau kita berpikir bersama.”

“Tidak ada! Kita berdua sudah salah.”

“Ya kita benarkan!”

“Tuh kan!”

“Tuh kan apa?”

“Benar yang kamu bilang. Mungkin kita yang salah menafsirkan takdir. Kita dipertemukan bukan untuk bersama. Aku bunuh diri saja.”

“Jangaaan!!!”

“Kalau begitu bawa aku padanya.”

“Kau mau apa?”

“Membunuhnya dengan tanganku sendiri. He he tidaklah, sayang. Aku akan berterus terang. Aku ingin jadi isteri keduamu. Meminta izin padanya agar kau bisa berpoligami. Daripada kita terus-terusan seperti ini.”

“Jangan gila kau John! Kau kan laki-laki!”

~

Advertisements

4 thoughts on “Jangan Gila Kau John!

  1. John John, awas di belakangmu John! :))

  2. dari kisah pengalaman abang bang ye? haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s