Setengah Otakku yang Lemah dan Sebagiannya yang Mencoba Kuat

Malam-malam berikutnya salah satunya adalah malam ini. Malam yang telah terbiasa dengan aku yang terpekur di depan komputer kuno sambil mengingat  masa lalu yang sepat. Selalu itu saja yang hadir dan bergerak bebas dalam setengah bagian dari volume otakku. Begitulah manusia, tak mudah terlepas dari kenangan yang menghentak. Untungnya setengahnya lagi terpenuhi oleh rencana-rencana manis. Meskipun rencana itu masih daam bentuk bayangan masa depan. Tentu saja masih terlampau jauh.

Hingga akupun merasa: aku bukanlah pilihan wanita modern.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s