Alasan Mengambil Topik Ikan Lele di Belitung (Edisi Skripsi)

Kalau saja gak ada perbincangan antara gue dengan Bang Aidil di Rumah Sakit Fatmawati tahun lalu (Juli 2011), mungkin gue masih kebingungan mau ngambil topik apa buat skripsi. Waktu itu kami berbincang di ruang tunggu Hemodealisa (waktu menunggu teman asrama A.Y. alm.) gak sengaja ngomongin politik yang terus nyerempet ke masalah masa depan mahasiswa-mahasiswa yang masa depannya masih kabur. Contoh: gue.

Jadi, hasil perbincangan hari itu akhirnya sampai pada topik yang masih asing di telinga (kalo ngomonginnya di daerah gue). Jadi, lele ini masih baru diusahakan oleh Pemda setempat, tepatnya tahun 2007 dimulai. Nah, lele ini adalah salah satu ikan air tawar yang lagi booming di sana. Semua itu karena mulai banyaknya pendatang khususnya orang Jawa yang buka pecel lele Lamongan. Konon, permintaannya bisa sampai 250 kg per hari pada tahun 2010-2011. Memang masih terbilang sedikit jika dibandingkan permintaan di pulau jawa. Tapi bagi masyarakat di Belitung yang gemar makan ikan laut, permintaan segitu udah banyak. Lagipula jumlah segitu masih belum terpenuhi karena minimnya pembudidaya di sana. Mengingat pekerjaan utama masyarakat di sana adalah sektor pertambangan (Timah).

Nah, itu menjadi menarik bagi saya. Ada beberapa yang membangkitkan gairah ketertarikan (bahasanya ckck) saya pada topik ini. Pertama, masyarakat Belitung itu kurang suka dengan ikan air tawar. Kedua, harganya mahal, bisa dua setengah kali lipat dari harga yang berlalu di pulau jawa yaitu Rp 25.000,00 sehingga kalo seandainya di Belitung ini udah menjamur pembudidaya ikan lele, mau dibuang ke mana kelebihan produksinya? Ketiga, bahan baku pasti susah karena ikan lele (dumbo) bukan merupakan ikan asli Belitung sehingga perlu didatangkan induk dan bibit dari luar dan kebayang biayanya yang menyebabkan harga jual yang tinggi tersebut. Selain itu, pakan hanya ada di luar Belitong. Tapi, ternyata di Belitong banyak pakan alternatif berupa ikan-ikan rucah dan usus ayam yang dijual murah.

Nah, masalah tersebut sangat cocok dengan salah satu mata kuliah yang memang kesukaan gue: Studi Kelayakan Bisnis (meskipun kesukaan yang semu hehe…). Jadilah gue ngambil tuh topik sekaligus memang pengen pulang Ke Belitung agak lamaan dikit. Sebetulnya sekalian pulang mencari peluang.

Advertisements

2 thoughts on “Alasan Mengambil Topik Ikan Lele di Belitung (Edisi Skripsi)

  1. sekarang gmna,,buka usaha lele atau hnya utk tgas skripsi saja itu???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s