Tentang “Teman”

Oleh: Hisna Cahaya
Kita hanya teman? 
Itu tanya yang kubaca dari rautmu
Bukankah sejak dulu kita hanya teman
Sejak pertama kali mengenakan warna biru hingga melepas warna abu bahkan sampai toga tersemat dikepala
Kita hanya teman
Tapi kata “teman” tak pernah hentikan rinai-rinai rindu
Tak jua hilangkan gurantan cemburu
Bilah cinta terlanjur tertancap sejak dulu
Perlahan dan malu-malu
Sejak pertama, kutorehkan tatapan kebangku belakang di barisanku
Kata “teman” itu
Hanya seperti purnama yang tak henti ingin kau tatap
Sementara cintaku padamu, teman
Tak ubah seperti bintang
Temaram tak kan mampu sembunyikan kerlipnya
Aku bersumpah! 

Natar, Lampung Selatan. 12 Desember 2010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s