Di Peluk Cinta

Kepada bait yang bersenyawa hujan
Tolong hadirkan cahaya dipeluouk awan
Jangan biarkan gelap terlalu mendera
Sebab tuan putri tak henti merana

Dia butuh penangkal muram angkara
Dari raja durjana yang murka
Aku hanya manusia bernyawa biasa
Berkendara kuda putih kurang sempurna

Paling tidak cinta yang bersahaja
Mencoba menerawang gelora asmara
Di batu bagibda kemudi pulau
Membinarkan mata hingga berkilau

Untuk itu, ayolah Sang Sakti Kelana
Kita pautkan bulir-bulir rindu
Demi tuan putri yang sedang merana
Jadikan aku untuknya serdadu

Dengan begitu tiba saatnya ranum
Senyumnya terlengkung dengan sempurna
Oh, manisnya bukan buatan
Aku terlena di peluk cinta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s