Ayah dan Anak Laki-lakinya

Ada baiknya mendengar ayah berkisah
Tatap baik-baik matanya, air mata itu ingin keluar darinya
Ketika dia lamat-lamat meresapi wajah kita sat sedang tidur
Ada kisah getir dirinya, sisa derita dari sebuah sepi yang menyayat
Pernahkah kita berpikir betapa dia tak ingin melepaskan pelukan saat kita tiba dari perantauan, atau saat kita kembali pergi menyongsong fajar?

Seperti lucu-lucunya kita baru lahir, dia cium kening kita sepuasnya
Seperti tangis di kala sakit, dia membelai rambut kita dengan penuh cinta
Tapi sekrang kita sudah besar, wahai kawan!
Kita laki-laki pemuja keberanian!
Kita laki-laki pemuja kemenangan!
Kita laki-laki pemuja kesuksesan!
Sekarang kita telah dididik zaman, menjadi angkuh dan pantang berdramatis!

Kisah ayah, ceritanya menjelang petang, tak secuil luka, dia lagak ksatria
Tapi lihatlah matanya, binar-binar kaca itu tersembunyi di balikk kelopak yang lelah
Karena merindumulah! Dia merindu kita yang tak sekalipun mengajaknya bicara, bersepeda bersama, atau duduk di teras bertukar kisah
Tapi dia selalu maklum tanpa batas
Berdiri kokoh dengan tongkat yang tak kelihatan
Hingga kitapun lupa pada matanya yang bernanah
Lebih sering tak mau tahu ada apa dengan bola matanya
Entah sudah berapa kali terpejam dan berkomat-kamit, luruh dalam doa
Untuk kita, laki-laki

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s