Pecinta! Pecinta!

Pada hamparan halaman toko, adrenalin tuan-tuan nyonya-nyonya membeku di matahari merah. Toh, anaknya kegelian
Sayup-sayup gelisah menghantarkan janji para pecinta
Bahwasanya titik terang sedang berkabar sambil menunggu ruang pasti,
Tak ada waktunya berleha-leha dengan ilalang, pada siang yang mengharukan

Tak boleh sepi, kini cari lagi!
Hampa tak boleh ada di muka bumi!
Tak tergelitikkah raut bidadari, di seonggok mimpi sebelahnya?
Pecinta, pecinta!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s