Di Suatu Pagi

Aku menciptakan kau dalam khayalanku, untuk menemaniku
Ternyata ruang kerjaku tetap kosong, aku lupa yang kutulis
Pada hari berikutnya, aku mencoba mengartikan sebuah perkara
Ternyata itu prahara pada pagi-pagi buta, aku ingin mengucapkan
Beberapa kata-kata manis di sela-sela embun yang miris

Tak kusangka sang pagi menyeruput secangkir kopi yang ku buat baru saja
Dia menghilang setelah aku memaki burung pematuk, meskipun tak meraung
Kupastikan aku sehat pada petunjuk berikutnya, mungkin
Seharusnya pula berletih-letih menunjuki bayanganku yang semakin membayang saja
Akankah kau mau menerimaku menjadi badut penghiburmu?


Kau memang bukan mereka, di sebelah tiang penyanggah awan
Dan akupun hanya peminta-minta yang lucu,
Aku tertawa ketika tak tahu lagi bagaimana cara menghibur diriku sendiri
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s