Kenang


BERLARI PERCUMA DENGAN RODA YANG LEMAH
Berseru meski tak gegap gempita, kini kembali diam
Bersembunyi di balik awan, kemudian hujan
Mengenang, mengerang, ketidakpastian

Biarkan saja lapar,
Tak usah minta ampun, karena hujan akan berhenti di sore hari, mati
Biarkan juga mati!
Karena rumput memang untuk diinjak
Dalam keadaan sepi atau pun berkata-kata itu sama saja
Selalu ada lembar pada halaman berikutnya
Tetapi akhir selalu ada
Termakan usia
Terkenang
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s